0
Home  ›  Sejarah

Kerajaan Banten


Ilustrasi Kerajaan Banten
Ilustrasi Kerajaan Banten

     LETAK

Secara geografis, Kerajaan Banten terletak di propinsi Banten. Wilayah kekuasaan Banten meliputi bagian barat Pulau Jawa, seluruh wilayah Lampung, dan sebagian wilayah selatan Jawa Barat. Situs peninggalan Kerajaan Banten tersebar di beberapa kota seperti Tangerang, Serang, Cilegon, dan Pandeglang. Pada mulanya, wilayah Kesultanan Banten termasuk dalam kekuasaan Kerajaan Sunda.
 

  SEJARAH

Sejarah kerajaan banten merupakan kerajaan islam yang terletak di Propinsi Banten.Mulanya, kerajaan banten berada dibawah kekuasaan Kerajaan Demak.Namun,Banten berhasil melepaskan diri ketika mundurnya Kerajaan Demak.pemimpin Kerajaan Banten pertama adalah Sultan Hasanuddin yang memerintah pada tahun 1522-1570. Sultan hasanuddin berhasil membuat Banten sebagai pusat perdagangan dengan memperluas sampai daerah Lampung,penghasil lada di Sumatera Selatan. Tahun 1570 Sultan Hasanuddin meninggal kemudian dilanjutkan anaknya, Maulana Yusuf (1570-1580) yang berhasil menaklukkan Kerajaan Pajajaran pada tahun 1579. Setelah itu, dilanjutkan oleh Maulana Muhammad (1585-1596) yang meninggal pada penaklukkan Palembang sehingga tidak berhasil mempersempit gerakan Portugal di Nusantara


 

    RAJA-RAJA

  1.       Sultan Hasanuddin ( 1552-1570 ) : Dibawah pemerintahannya, Banten mengalami kemajuan yang pesat dan wilayahnya meliputi Sunda Kelapa, Bengkulu, dan Lampung. Dengan menduduki daerah Lampung, maka Bante merupakan penguasa tunggal jalur lalu lintas pelayaran perdagangan Selat Sunda sehingga setiap perdagangan yang melewati Selat Sunda sehingga setiap perdagangan yang melewati Selat Sunda diwajibkan untuk melakuakn kegiatan di Banten.

  2.       Maulana Yusuf ( 1570-1580 ) : Pada masa pemerintahannya, Banten berhasil menaklukkan Pajajaran dan mengislamkan seluruh penduduknya, sehingga runtuhlah Kerajaan Hindu di Jawa Barat. Ia juga berupaya memajukan pertanian dan perairan.Maulana Muhammad bergelar Kanjeng Ratu Banten (1580-1640 )Pada tahun 1586, Kanjeng Ratu Banten memimpin serangan dan menaklukkan  palembang dengan tujuan menduduki bandar-bandar perdagangan yang terletak dekat Selat Malaka. Namun, mengalami kegagalan bahkan beliau wafat dalam pertempuran.

  3.       Abdul Mufakir ( 1586-1640 ) : Pada saat pemerintahannya, datanglah orang belanda untuk yang pertama kalinya di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Tujuan utamanya untuk membeli rempah-rempah.

  4.       Sultan Ageng Tirtayasa ( 1651- 1692 ) : Di bawah pemerintahanya, Banten mengalami kejayaan. Ia berhasil membangun kembali perdagangannya dan berusaha mengadakan perlawanan terhadap kedudukan Belanda. Pada tahun 1676, Sultan Ageng mengakat putranya yang bernama Sultan Haji menjadi raja pembantu.Sultan Haji cenderung bekerja sama dengan Belanda. Oleh karena itu, Sultan Ageng menarik kembali tahta tersebut. Namun dengan dukungan belanda, Sultan Haji berusaha mempertahankan tahta tersebut. Terjadilah perang saudara antara ayah dan anaknmya. Karena Sultan haji mendapat bantuan Belanda, maka Sultan Ageng dapat dikalahkan. Kemenangan Sultan Haji tersebut merupakan awal kehancuran Banten.

  Faktor kemajuan

Beberapa faktor penyebab kemajuaan kerajaan ini adalah :
  1.       Letaknya sangat strategis, yaitu di Selat Sunda,
  2.       Pelabuhan kerajaan Banten memenuhi persyaratan yang baik,
  3.       Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis.

  Faktor kemunduran


Beberapa faktor penyebab kemunduran kerajaan ini adalah :
  1.           Mangkatnya Raja Besar Banten Maulana Yusuf dan tidak ada yang menggantikannya,
  2.           Perang saudara antara saudara Maulana Yusuf dengan pembesar Kerajaan Banten.
Fans
Halo! Saya Irfan, warga biasa yang hobi menulis. Di blog, saya bedah sejarah lewat cerita seru, ulas opini berita dari kacamata orang awam, dan konsisten sharing ilmu dan loker valid. Yuk, mampir mengobrol!
Post a Comment
Newer Posts
Latest Posts
Search
Menu
Theme
Share
Additional JS